SEKTE-SEKTE ALIRAN MURJI'AH
Menurut Harun Nasution, kaum Murji'ah dapat dibagi dalam dua golongan besar yang meliputi :
- Golongan Moderat
Golongan ini berpendapat bahwa orang yang berdosa besar bukanlah kafir dan tidak kekal dalam neraka, tetapi akan dihukum dalam neraka sesuai dengan besarnya dosa yang dilakukannya, dan ada kemungkinan bahwa Tuhan akan mengampuni dosanya dan oleh karena itu tidak akan masuk neraka sama sekali. Tokoh-tokoh yang termasuk dalam golongan Murji'ah Moderat diantaranya adalah Al-Hasan Ibn Muhammad Ibn 'Ali Ibn Abi Thalib, Abu Hanifah, Abu Yusuf dan beberapa ahli hadist.
Golongan moderat sebagai golongan yang berdiri sendiri telah hilang dalam sejaran dan ajaran-ajaran mereka mengenai iman, kufr, dan dosa besar masuk ke dalam aliran Ahli Sunnah wal Jama'ah.
- Golongan Ekstrim
Sering disebut dengan Jahmiyah , yakni pengikut Jahm ibn Shafwan. Menurut golongan ini orang Islam yang percaya pada Tuhan kemudian menyatakan kekufuran secara lisan tidaklah menjadi kafir, karena iman dan kufr tempatnya hanyalah dalam hati, bukan dalam bagian lain dari tubuh manusia. Bahkan orang yang demikian tidak menjadi kafir, sungguhpun ia menyembah berhala, menjalankan ajaran-ajaran agama Yahudi atau agama Kriten dengan menyembah salib, menyatakan percaya pada trinity, dan kemudian mati. Orang yang demikian bagi Allah tetap merupakan mukmin yang sempurna imannya.
Golongan ekstrim ini berpendapat bahwa perbuatan atau amal tidaklah sepenting iman, dan imanlah yang penting karena imanlah yang menentunkan mukmin atau tidak mukminnya seseorang. Iman letaknya dalam hati dan apa yang ada di dalam hati seseorang tidak diketahui manusia lain, dan perbuatan-perbuatan manusia tidak selamanya menggambarkan apa yang ada di dalam hatinya. Oleh karena itu, ucapan-ucapan dan perbuatan seseorang tidak merusak iman seseorang.
Ajaran seperti ini ada bahayanya karena dapat membawa pada moral latitude, sikap memperlemah ikatan-ikatan moral, atau masyarakat yang bersifat permissive, masyarakat yang dapat mentolerir penyimpangan-penyimpangan dari norma-norma akhlak yang berlaku. Karena yang dipentingkan hanyalah iman, norma-norma akhlak bisa dipandang kurang penting dan diabaikan oleh orang-orang yang menganut paham ini.
Adapun golongan Murji'ah ekstrim juga telah hilang sebagai aliran yang berdiri sendiri, tetapi dalam praktek masih terdapat sebagaian umat Islam yang menjalankan ajaran-ajaran ektrim itu, mungkin dengan tidak sadar bahwa mereka sebenarnya dalam hal ini mengikuti ajaran-ajaran golongan Murji'ah ekstrim.
Sedangkan menurut Al-Syahrastani, Aliran Murji'ah dapat digolongkan menjadi empat, yaitu :
- Murji'ah Al-Khawarij'
- Murji'ah Al-Qadariyah,
- Muji'ah Al-Jabariyah
- Muji'ah Al-Khalishah
Murji'ah Al-Khalishah dapat dibagi menjadi 7 sekte, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Al-Yunusiah
Golongan ini merupakan pengikut dari Yunus bin 'Aun al-Samiry dan berpendapat bahwa iman adalah percaya kepada Allah, patuh kepada-Nya, tidak sombong kepada-Nya dan cinta kepada-Nya. Taat menjalankan perintah bukan termasuk iman, maka bila ditinggalkan tidak merusak iman, bahkan bila imannya itu tulus dan keyakinannya benar tidak disiksa.
- Al-Ghassaniyah
Golongan ini merupakan pengikut dari Ghassan al-Kufi. Golongan berpendapat bahwa iman adalah iqrar atau iman kepada Allah, mengangungkan-Nya dan tidak sombong kepada-Nya. Iman tidak bisa bertambah dan berkurang. Menurut golongan ini, jika seseorang mengatakan, "Saya tahu bahwa Tuhan melarang makan babi, tetapi saya takt ahu apakah babi yang diharamkan itu adalah kambing ini," orang yang demikian tetap mukmin dan bukan kafir. Dan jika seseorang mengatakan,"Saya tahu Tuhan mewajibkan naik haji ke Ka'bah tetapi saya takt ahu apakah Ka'bah di India atau di tempat lain," orang demikian juga tetap mukmin.
- Al-Tumaniyah
Golongan ini merupakan pengikut dari Abu Mu'ad at-Tumani. Menurut golongan ini, iman itu keyakinan yang bersih daripada kekufuran dan merupakan satu nama yang mempunyai sifat atau unsur. Orang yang meninggalkan salah satu unsur itu kafir, karena iman merupakan keseluruhan unsur-unsur tersebut. unsur tersebut adalah ma'rifat, membenarkan (tashdiq), mahabbah, ikhlash, dan iqrar terhadap apa-apa yang dibawa Muhammad SAW.
- At-Tsaubaniyah
Merupakan pengikut dari Abi Tsauban. Mereka berpandangan bahwa iman itu adalah pengetahuan dan pengakuan terhadap Allah dan para Rasul-Nya, dan semua perbuatan yang boleh atau tidak boleh bagi akal untuk dikerjakan bukanlah termasuk iman.
- Al-Marisiyah
Merupakan golongan dari Bisyri al-Marisi. Golong ini berkeyakinan bahwa iman itu adalah suatu keyakinan yang dibenarkan oleh hati dan diucapkan dengan lisan. Adapun kufur adalah membantah dan mengingkari dan sujud kepada berhala bukan kufur tapi menunjukkan atas kekufurannya.
- Al-Ubaidiyah
Adalah pengikut Abid al-Muktaib dan berpendapat bahwa apa saja selain syirik akan diampuni, maka kalau seorang hamba meninggal dalam keadaan beriman niscaya perbuatan dosa dan kejahatan tidak akan membahayakan. Golongan ini juga berkeyakinan ilmu Allah, firman-Nya dan agama-Nya masih ada yang lainnya. Dan menyatakan bahwa Allah itu berbentuk manusia, ini didasarkan pada sabda Nabi yang artinya "Sesungguhnya Allah itu menciptakan adam atas gambar Yang Maha Pengasih."
- Al-Shalihiyah
Pengikut Abu Hasan Al-Shahili, iman adalah mengetahui Tuhan secara Mutlaq yang berupa rasa cinta dan tunduk kepada-Nya, dan Allah adalah pencipta tunggal alam ini. dan kufr adalah tidak tahu pada Tuhan. Dalam pengertian mereka shalat tidaklah merupakan ibadah kepada Allah, karena yang disebut ibadah ialah iman dalam arti mengetahui Tuhan.
- Al-Yunusiah